
JAKARTA, inifakta.co.id, – Sekelompok mahasiswa yang tergabung dalam gerakan Mahasiswa Cinta Polri Indonesia (GMCPI), Rabu (15/7) berunjuk rasa di di depan Polda Metro Jaya.
Mereka membentangkan spanduk putih bertuliskan “Apa Urgent Kenaikan Pangkat Asep Edi Suheri”
Koordinator lapangan GMCPI, Hafiz Coreboma dalam orasinya menyoroti sistem pembinaan karier di lingkungan Polri.
Kata Hafiz, kenaikan pangkat seorang perwira tinggi Polri semestinya didasarkan pada prestasi, integritas dan pengabdian yang dapat dipertanggung jawabkan kepada publik.
Menjawab pertanyaan wartawan, Hafiz Corebima, mengatakan, organisasinya tidak mempersoalkan kewenangan institusi dalam menentukan promosi jabatan.
Namun, menurutnya, setiap keputusan strategis harus disertai penjelasan yang transparan agar tidak menimbulkan spekulasi di tengah masyarakat.
“Kami datang bukan untuk menyerang institusi Polri. Justru kami ingin Polri semakin dipercaya publik. Karena itu, kami minta dasar kenaikan pangkat Komjen Pol Asep Edi Suheri dibuka secara transparan. Publik berhak mengikuti indikator, presisi dan proses penilaiannya,” kata Hafiz.
Ia menilai, penjelasan yang selama ini berkembang lebih banyak dikaitkan dengan perubahan status Polda Metro Jaya menjadi Polda Tipe A+ serta penyesuaian struktur organisasi.
“Kalau alasan utamanya hanya perubahan struktur organisasi, maka publik akan mempertanyakan dimana letak merit system yang selama ini menjadi dasar pembinaan karier Polri.
“Pangkat harus diberikan karena prestasi, bukan semata konsekuensi perubahan organisasi,” ungkapnya.
Hafiz menegaskan aksi yang dilakukan merupakan bentuk kontrol sosial.
“Kami ingin Polri menjadi institusi yang semakin profesional dan akuntabel. Transparansi bukan ancaman bagi Polri, tetapi justru menjadi cara untuk memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian,”tutupnya.
Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menaikan pangkat Kapolda Metro Jaya Asep Edi Suheri dari Irjen Pol menjadi Komisaris Jenderal (Komjen) atau jenderal bintang tiga untuk menyesuaikan pangkat dengan Panglima Kodam (Pangdam) Jaya yang juga telah berpangkat bintang tiga, serta menindaklanjuti arahan khusus dari Presiden Prabowo Subianto.(las).
