
JAKARTA, inifakta.co – Mafia minyak goreng curah dengan modus pencurian dengan cara bersekongkol dengan sopir Tanki Pengangkut minyak goreng curah, kini, semakin tak terkendali. Hal ini bisa terjadi akibat lemahnya pengawasan pemerintah dan tindakan tegas dari aparat kepolisian membuat para pelaku bisnis curang tersebut semakin menjadi jadi.
Pada hal tindakan para ‘drakula’ minyak tersebut jelas merugikan orang lain dengan cara memperdaya melakukan persekongkolan jahat dengan para sopir Tanki pengangkut Minyak goreng curah sesuai dengan delevery order.
Bisnis ilegal yang dikelola mafia minyak berinisial, H, misalnya, yang terketak di Jl A. Yani, Kec Matraman, Jakarta Timur, Gudang, sekaligus tempat penampungan minyak goreng curah yang diduga hasil curian tersebut boleh dibilang berjalan aman aman saja. Buktinya, hingga kini belum ada tanda penertiban maupun pengawasan dari pihak berwajib.
“Saya tidak tahu persis, kegiatan apa dibalik yang ditutupi dengan lembaran seng itu. Katanya sih, gudang dijadikan tempat penampungan minyak goreng curah, yang dibeli dari sejumlah sopir Tanki pengangkut minyak goreng, jadi, sopir sopir Tanki itu masuk kedalam,” kata Wahyu,(37) yang saban hari jualan bakso tidak jauh dari gudang Martin.
Hal senada juga pengakuan, Teguh, (67). Warga yang tinggal di belakang Kantor Bea Cukai ini mengatakan, pihaknya tidak tahu menahu kegiatan apa sesungguhnya di dalam.
“Ya, pemilik sewa lahan kosong berikut gudang sudah lumayan lama. Katanya ya dijadikan tempat penampungan minyak. Buktinya, saban hari ada seja sopir Tanki pengangkut minyak goreng curah mampir dan langsung masuk ke dalam. Apakah ada semacam pencurian kita tidak tahu bang”, jelas Wahyu.
“Sopir sopir itu menurut perkiraan Teguh, mungkin cari tambahan. Cari tambahan bang, dengan istilah, ‘kencing’. Pada hal pencurian namanya. Pasti, namanya kencing berkurang habis dilego kepada penadah. Ketahuan bosnya pecat itu sopir,” kata Wahyu sambil tertawa lebar.
Berdasarkan informasi yang diperoleh media ini dari berbagai sumber, bahwa jaringan para oknum mafia minyak goreng curah ini tergolong rapi. Selain sudah menjalin hubungan baik ke pengusaha industri, juga ke seluruh restoran yang ada di Jakarta. Tentu juga kepada pihak aparat demi melancarkan usaha bisnis gelapnya.
Adapun sumber minyak goreng curah yang ditampung oleh Mafia penadah minyak goreng ini berasal dari sejumlah oknum Sopir mobil tangki pengangkut minyak goreng curah sesuai dengan tujuan angkut (delivery order)
Ironisnya, sebaliknya malah menjual sejumlah minyak pesanan perusahaan/perorangan kepada pihak oknum tak bertanggung jawab.
“Kencing” merupakan istilah yang kerap dipakai dalam aksi persekongkolan jahat antara oknum Sopir mobil tangki pengangkut minyak goreng curah dengan pihak ‘drakula’ yang hanya mementingkan diri sendiri dengan mengorbankan orang lain.
Setelah “kencing” atau selesai transaksi sesuai kesepakatan, para Sopir kemudian meluncur melanjutkan perjalanan menuju tempat tujuan pengiriman. Dengan kondisi volume dari tangki sudah berkurang karena, sudah di lego ke Mafia penadah minyak goreng.
Sementara itu, minyak goreng curah curian yang dibeli dengan harga sangat murah dari oknum sopir tangki minyak goreng tersebut, kemudian dijual ke Agen minyak goreng curah maupun para pengecer ke pasar tradisional.
Sementara, Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilipaly saat dikonfirmasi hingga berita ini diturunkan belum ada jawaban.(bolas)
