
JAKARTA, inifakta.co.id, – Sebanyak 67 warga negara China yang terlibat dalam praktik penipuan daring (online scam) dan judi online tiba di Terminal 2D Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Sabtu (4/7/2026). Para imigran gelap tersebut akan diterbangkan dari Tanjung Pinang menggunakan pesawat Batik Air ID6825 sebelum menjalani proses deportasi ke negara asalnya.
Rombongan tiba sekitar pukul 13.26 WIB dan mendapat pengawalan ketat dari petugas Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta bersama personel Polresta Bandara Soekarno-Hatta. Setelah turun dari pesawat, mereka langsung diarahkan menuju kendaraan penjemput untuk dibawa ke Kantor Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta.
Ke-67 WN China itu akan dideportasi karena menyalahgunakan izin tinggal dengan melakukan aktivitas sebagai operator penipuan daring dan judi online di wilayah Batam.
Pengamanan kedatangan dimulai sejak pukul 12.30 WIB melalui apel personel yang dipimpin Pawas Polresta Bandara Soekarno-Hatta, Iptu I.S. Astono. Setelah pesawat mendarat, rombongan langsung dikawal menuju Kantor Imigrasi melalui jalur Timur Kargo Bandara Soekarno-Hatta.
Kepolisian pun telah berkoordinasi dengan pihak maskapai, Aviation Security (Avsec) dan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta guna mengantisipasi segala kemungkinan yang dapat mengganggu jalannya proses pengawalan maupun deportasi.
Rencananya seluruh WN China tersebut akan diterbangkan kembali ke negaranya pada Minggu (5/7/2026) pukul 04.30 WIB melalui Bandara Soekarno-Hatta menggunakan penerbangan carter China Southern Airlines nomor penerbangan CZ 2988.(las).