inifakta.co

PBB Yogyakarta Sukses Hadirkan Acara Akbar Pegelaran Etnis Budaya Batak Sumatera Utara

Spread the love

YOGYAKARTA, inifakta.co – Acara pergelaran etnis budaya batak yang diprakarsai Pemuda Batak Bersatu (PBB) Yogjakarta berlangsung meriah.

Acara Akbar ini dihadiri kurang lebih 5000 orang, Minggu, (27/7/2025). Dengan diiringi Gondang Batak bergerak dari Kantor DPRD Prov.Daerah istimewa Yogyakarta (DIY) berjalan bersama menuju titik akhir yaitu sepanjang jalan Malioboro Yogyakarta.


Menurut Ketua Pemuda Batak Bersatu (PBB) Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, Immanuel Ompusunggu dengan di dampingi Ketua Dewan Penasihat, Dewanto P Siregar mengatakan bahwa kegiatan pagelaran budaya batak ini adalah murni hasil kreatif orang Batak yang ada di Prov Yogyakarta ini. Dan sekaligus memperkenalkan budaya ini khususnya masyarakat yang ada di wilayah Yogyakarta.

“Pergelaran ini merupakan acara terbesar yaitu perpaduan antara budaya terdiri dari sub Batak Toba, Karo, Simalungun, Mandailing dan budaya Simalungun,” ucap Immanuel kepada media inifakta.co, disela acara berlangsung.

Dengan perhelatan yang sudah kita kemas jauh hari ini boleh dibilang sukses dan mendapat dukungan penuh dari pemerintah setempat. “Terimakasih kepada Muspida maupun Muspika yang telah memberikan dukungan penuh terselenggaranya acara ini dengan baik,” kata Immanuel bangga.

secara khusus juga mengucapkan terimakasih kepada akademika mahasiswa serta pelajar maupun seluruh warga Batak lebih dari 5000 orang menghadiri dan ikut mensukseskan acara pagelaran budaya ini hingga tercipta suasana saling menghargai diantara budaya budaya yang ada di provinsi Jogyakarta.

Dan harapan kedepan, agar budaya batak semakin di kenal di Provinsi Daerah Jogyakarta dan terkhusus budaya Jawa.

Berikut, vedeo dokumentasi :

https://www.inifakta.co/wp-content/uploads/2025/07/VID-20250727-WA0009.mp4

Dan pagelaran budaya Batak ini akan terus dilaksanakan kedepan, demi mempererat tali persaudaraan diantara etnis Batak itu sendiri dan di antara etnis etnis lain terkhusus suku Jawa itu sendiri.(erwin Sitohang)

Exit mobile version