
JAKARTA, inifakta.co – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo resmi menunjuk Irjen Pol Asep Edi Suheri jadi Kapolda Metro Jaya menggantikan pendahulunya Irjen Pol Karyoto. Serah terima jabatan tersebut berlangsung di Gedung Rupatama, Jakarta Selatan, Selasa, (19/8/2025).
Irjen Pol Asep Edi Suheri, pria kelahiran Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 16 November 1972, merupakan lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) tahun 1994.
Putra dari A. Sukmana, seorang purnawirawan TNI berpangkat Letkol Inf (Anumerta) ini menyelesaikan pendidikan di Akpol, dengan penugasan pertama sebagai Kepala Subbagian Penghubung Protokol Staf Pribadi Pimpinan (Kasubbagbungkol Spripim) Polri. Dari sana, ia menapaki berbagai posisi penting di lingkungan kepolisian.
Beberapa jabatan yang pernah diembannya antara lain, Kapolres Cirebon Kota Polda Jawa Barat (2011), Kapolres Sukabumi Polda Jawa Barat (2012), Wakapolresta Bekasi Kota Polda Metro Jaya, (2915), Kapolresta Tangerang Polda Banten (2016).
Jenderal bintang 2 dari Batalyon Tunggal Panaluan ini karier nya pun terus meroket. Pada tahun yang sama pimpinan Polri mempercayakan dan menduduki jabatan sebagai Wakil Direktur Tindak Pidana Tertentu (Wadirtipidter) Bareskrim Polri (2020), Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri (2021), hingga menjabat sebagai Wakil Bareskrim Polri.
Selama kariernya, Irjen Pol Asep mencatat berbagai prestasi gemilang. Ketika menjabat sebagai Kapolres Sukabumi, ia berhasil menggagalkan penyeludupan 95 imigran gelap asal Timur Tengah yang hendak menyeberang ke Pulau Christmas, Australia, Aksi ini terjadi pada 2 Agustus 2013 di wilayah Pantai Karang haji, Kec Cisolok, Sukabumi, Jawa Barat.
Pada 2017, saat memimpin Kepolisian Resor Kota Tangerang, Asep mendapat apresiasi dari Majelis ulama Indonesia (MUI) Kab Tangerang. Hal ini karena kebijakannya yang tegas melarang acara hiburan dangdut dengan penyanyi berpakaian vulgar, dengan mengintruksikan para Kapolsek untuk tidak mengeluarkan izin keramaian bagi kegiatan semacam itu.
Kiprahnya di bidang kejahatan Siber juga mencolok. Saat menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Dirtipidsiber) Bareskrim Polri, Jenderal bintang 2 ini berhasil mengungkap kasus penipuan lintas negara melalui modus email palsu, yang menyebabkan kerugian hingga Rp 82 miliar pada Oktober 2021.
Ditahun berikutnya, pada Maret 2022, ia juga berhasil membongkar kasus pencucian uang (TPPU) yang melibatkan Doni Salmanan, seorang figur publik yang dikenal sebagai “crazy rich” asal Bandung..
Penipuan ini terkait dengan platform investasi bodong ernama Quotex.
Tak berhenti di situ, Asep juga menyelesaikan penyidikan kasus ujaran kebencian bermuatan SARA yang berkaitan dengan pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.
Kasus ini melibatkan tersangka Edy Mulyadi dan rampung pada 31 Maret 2022, saat Asep masih menjabat sebagai Direktur Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri.
Selain itu, Irjen Pol Asep juga pernah memimpin Satuan Gabungan Penaggulangan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba Bareskrim Polri, yang berhasil mengungkap sembilan kasus narkoba selama masa kepemimpinannya.
Pada 2023, ia turut andil dalam pengungkapan kasus match fixing atau pengaturan skor Liga 2 musim 2018, saat menjabat sebagai Kepala Satgas Antimafia Bola Polri. (bolas)